Current Issue

Vol. 1 No. 1 (2019): INDEPENDENCE OF KPU AND ELECTION MANAGEMENT IN INDONESIA

Pada mulanya, ide mengenai penerbitan jurnal oleh penyelenggara pemilihan umum merupakan ide yang disambut hangat oleh komisioner KPU Provinsi Sulawesi Selatan, karena KPU memiliki begitu banyak data terkait dengan proses penyelenggaraan pemilu, tapi sayang data-data tersebut hanya menjadi dokumen semata, belum menjadi bahan bacaan atau kajian akademik, padahal KPU telah bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi yang membuka program studi Tata Kelola Pemilu. Kerjasama itu memiliki makna bahwa di masa depan, sebagai penyelenggara pemilu diperlukan kemampuan untuk mengkolaborasikan antara pengetahuan mengenai kepemiluan pada satu sisi serta pengalaman empirik mengelola pemilu pada sisi lain. Untuk merespons hal tersebut, KPU Provinsi Sulawesi Selatan dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pada akhirnya dapat menerbitkan PUSTAKA PEMILU (Jurnal Pemilu Berintegritas KPU Provinsi Sulawesi Selatan).

Transisi dari sistem otoritarianisme menuju demokrasi menyebabkan perubahan fundamental dalam sistem perpolitikan di Indonesia. Proses peralihan kekuasaan dari yang sebelumnya bernuansa oligarki berubah menjadi lebih kompetitif dan terbuka. Kekuasaan terdistribusi secara transparan melalui mekanisme pemilihan umum, kekuasaan tidak lagi terpusat melainkan terdesentralisasi, fungsi kontrol dan pengawasan terhadap kekuasaan makin baik.

Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan sarana untuk melakukan sirkulasi kekuasaan, ketika pemilu menjadi sarana untuk melakukan sirkulasi kekuasaan, maka sudah sewajarnya tata kelola pemilu harus menjadi instrumen yang efektif untuk memastikan proses politik berjalan secara aman, damai dan bermartabat. KPU menjadi institusi utama dalam penyelenggaraan pemilu, baik pemilu untuk menghasilkan kepemimpinan politik tingkat nasional maupun kepemimpinan tingkat lokal. KPU secara keseluruhan, dari KPU RI hingga penyelenggara ad hoc tingkat desa disibukkan dengan berbagai proses tahapan pemilu yang cukup padat, mulai dari pendaftaran partai politik, pemutakhiran data pemilih, proses pencalonan, masa kampanye hingga penyelenggaraan pemilu pada 17 April 2019, sehingga perhatian utamanya pada tugas pokok yang menjadi tanggungjawab KPU.

Oleh sebab itu, KPU merupakan lembaga negara yang memiliki peranan penting untuk menjalankan proses demokrasi secara substansial melalui penyelenggaraan Pemilu dalam rangka memilih dan menetapkan pejabat-pejabat negara khususnya pejabat eksekutif dan legislatif. KPU mengusung slogan “Luber dan Jurdil” yaitu pemilu diselenggarakan berdasarkan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1999, KPU telah menyelenggarakan pemilu sebanyak empat kali. Terdapat berbagai dinamika dan problematika yang mewarnai proses panjang tersebut. Namun, hal itu menjadi bagian dari pendewasaan politik dan demokrasi di Indonesia.

Studi mengenai kepemiluan di Indonesia nampaknya masih terbatas dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan sosial politik dan hukum. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh terbatasnya data-data empiris untuk memperkaya khazanah studi maupun kajian terkait kepemiluan. Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU pada dasarnya memiliki sejumlah data-data empiris terkait proses dan tahapan pemilu di Indonesia, baik pemilihan kepala daerah (Pilkada), hingga pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) serta pemilihan legislatif (Pileg). Namun data- data tersebut belum diolah dan dikembangkan secara maksimal untuk memperluas kajian kepemiluan di Indonesia.

Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun dengan memberikan perhatian pada studi dan kajian mengenai kepemiluan dan demokrasi. Jurnal ini dapat menjadi bahan diskursus yang menarik untuk memperbincangkan realitas politik yang terjadi dewasa ini. Data-data faktual terkait kepemiluan yang dimiliki KPU, diolah dan di analisis dalam jurnal ini menggunakan metodologi dan kerangka teoritik sehingga menghasilkan kajian dan studi yang ilmiah mengenai kepemiluan.

Jurnal ini juga berisi gambaran mengenai proses dan dinamika kepemiluan yang terjadi di Indonesia utamanya pada konteks pemilu di Sulawesi Selatan. Fenomena kepemiluan yang terjadi di Sulawesi Selatan merupakan bagian penting untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pemilu di Indonesia secara umum. Bagi penyelenggara pemilu, kajian dalam jurnal ini dapat menjadi autokritik dan bahan evaluasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di Indonesia di masa-masa yang akan datang.

Terima kasih kami sampaikan kepada para penulis yang telah ikut berpartisipasi dan mengirimkan makalah untuk kelangsungan jurnal ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada para Mitra Bestari yang telah membantu sehingga jurnal ini dapat diterbitkan.

Akhirnya, kami mengharapkan masukan, saran dan kritik demi penyempurnaan terbitan selanjutnya, serta semoga kerjasama yang telah berjalan dapat ditingkatkan.

Published: 2019-12-18
View All Issues